Rabu, 30 Mei 2012

Lirik Love and Truth (Cinta dan Kebenaran)


LOVE AND TRUTH ^By: Yui^


Konna ni omotte iru jikan wa tomatte kurenai
Karappo no kokoro wa anata no kimochi wo mada mitsukerarenai

Aku terlalu memikirkanmu, Waktu tak bisa menghentikanku
Kekosongan hatiku masih tak bisa menemukan perasaanmu

Onaji e wo nidoto egaku koto wa dekinai noni
Atashi no kanjou wa tada kurikaeshite bakari

Ku tak pernah bisa menggambar lukisan yang sama dua kali
Tapi emosiku berulang terus menerus lagi

“Ai no uta” wo kikasete yo sono yokogao mitsumeta
Anata no koto shiritai yo mou deatte shimatta no

Biarkan ku mendengar lagu cintamu.Ku tatap raut wajahmu
Ku ingin tahu tentangmu, sekarang ku bertemu denganmu

Donna ni sabishikutemo mata aeru ki ga shite iru kara
Ryuu nante iranai ikikasenai koto wo shitte iru

Tak peduli betapa kesepian yang kudapat, Ku punya perasaan bahwa kita kan bertemu lagi
Aku tak butuh alasan; Aku tahu aku tak bisa kembali

Kono mama ja wasuremono ni natte shimau deshou?
Atashi no kanjou wa namida no oku kagayaita

Dengan jalan ini sekarang, Ku hanya akan menjadi bagian dari kenanganmu, kan?
Emosiku bersinar seperti dalamnya air mata

“Ai no uta” wo kikasete yo sono yokogao sono sakini
Anata ga ima mitsumeteru hito ga iru to wakatte mo

Biarkan ku mendengar lagu cintamu. Ku tatap raut wajahmu
Ku mengerti seseorang disana mengamatimu

Tsubasa wo kudasai to shinjite utau you ni atashi datte chikau yo
Kako mo zenbu ukeireru tte kimeta

Tolong beri aku sayap dan percayalah, hanya dengan lagu ini, ku berjanji
Ku putuskan tuk menerima semua masa lalu

“Ai no uta” wo kuchizusamu sono egao ni furetai
Anata ga ima mitsumeteru hito ga iru to wakatte mo

 Ku bersenandung lagu cinta, Ku ingin menyentuh wajah tersenyummu
Ku mengerti seseorang disana mengamatimu

“Ai no uta” wa owaranai mou deatte shimatta no…
owaranai…
Love and Truth

Lagu cintaku tak pernah berakhir
Ku kan segera bertemu denganmu
Ini tak akan pernah berakhir
Cinta dan Kebenaran


DOWNLOAD LAGU

Kau adalah Sampah di Hidupku...


Rasa ini bukan mainan..
Aku bersungguh-sungguh dan akan aku ingat selalu..
Kau pernah menorehkan berbagai luka padaku..
Amarah, benci, iri bahkan rindu...

Merindumu selalu melelehkan butir kristal di pelupuk mataku
Siksaan jiwa...
Kau harusnya menjadi tameng untukku..
kau harusnya mampu memberikan sandaran itu ketika aku rapuh..
Tapi semua hanya angan..
jiwamu itu telah terkubur mati seiring berjalannya waktu..
kau yang telah membunuhnya..
harusnya ragamu pun ikut terkubur...

kau buta..
kau digelapkan oleh keegoisan dan ketidakdewasaanmu..
"Tolol!" Satu kata yang slalu kugerutukan dalam hati untukmu..
Sumpah serapah tak lupa kudendangkan meski itu kucoba untuk menahan dan hanya mampu tersendat di tenggorokanku.
"Matilah kau dalam neraka duniamu!"
aku tak akan peduli..
Meneteskan air mata pun tidak..
aku akan tersenyum lebar melihatmu terbujur kaku dalam pembaringan tanah yang gelap..

Kejamkah aku?
Bagaimana dengan dirimu?
Kau tak pernah memikirkanmu..
kau hanya melihat bunga dalam taman hidupku..
Mengapa kau tidak melihat pula sekujur tubuhku yg penuh luka ini..
Darahku mengucur deras..

Kau mendapatkan semuanya..
Vasilitas, kebebasan bahkan kebanggaan dari mereka..
Sedangkan aku? Lihatlah aku!
Aku penuh darah untuk mendapatkan itu semua..
Mereka memandangku dengan sebelah mata..
dan untuk mendapatkan kebanggaan aku harus mengucurkan keringat darah..
Yach..lagi-lagi darah..
Kakiku sering kali tertusuk kerikil tajam..
Tubuhku sering tergores duri-duri beracun..
mentah-mentah kumakan semua cercaan orang..
Cahaya gemilang yang kuraih dianggap semu..
dan ketika gelap menyelimutiku lagi..cercaan dan hinaan menimpaku..
Iri? Yach aku memang iri padamu!
Tapi aku tidak sepertimu..
rasa ini membuatku terus merangkak naik..
meski kadang aku merasa lelah dan ingin mengakhirinya..

Kau yang membuatku tersudut dalam gelap..
kau pula yang telah menuliskan kesalahan di telapak tanganku sejak aku mulai menatap dunia..
tak pernah ada pola pikir dan tindakanku yang dianggap benar..
Semua salah!

Aku memberimu kebaikan meski kau selalu menusukkan duri tajam untukku.
Tapi kini itu tak lagi berlaku...
Jika membunuh adalah perilaku malaikat
maka dengan senang hati akan aku tusukkan pisau yang kupegang saat ini
tepat di jantungmu!
Aku tak akan menyiksamu
kau akan langsung mati karena ini..
mana mungkin aku tega menyiksamu!

Kau yang tega! kau yang busuk! kaulah yang sampah!
"Matilah kau dalam neraka duniamu!"
dan aku tak akan peduli....

DRAMA KOREA


Acara televisi itu sudah lama dinantinya. Ya, sejak dua jam semenjak ia menginjakkan kaki di rumah. Gadis berumur dua puluhan itu tak lepas memandang kearah layar kaca di depannya. Inilah yang dinantinya. Tayangan tengah hari, ketika mentari berada di atas kepala. Durasinya tak tangung-tanggung satu setengah jam cukup menghibur hati. Lalu disambung tayangan bergenre sama dengan durasi yg sama pula. 

Tokoh yang ditampilkan cukup mempesona. Entah pria atau wanita tampak rupawan dengan gaya menawan hati, membuat orang yang memandangnya takjub. Mata berbinar tak lekang menatap tiap adegan yang bergulir dari tayangan itu. 

Ketika adegan itu silih berganti dengan wajah lain berdurasi lima menit yang menampilkan promosi suatu produk, muramlah yang melanda. Desah kesal meluncur. Kenapa iklan harus selama itu sih? gumaman kesal dalam hati terkadang tak sengaja terlontar. 

Saat tayangan kembali berganti menampilkan sosok-sosok orang asing bermata sipit, binar mata itu kembali bersinar penuh kekaguman. 'Autis' melanda sang pemilik mata berbinar itu. Ia bergelut dalam dunianya sendiri. Mungkin juga terlalu terkonsentrasi pada apa yang ditontonnya. Suara lengkingan memanggil seolah tak mampu menyadarkannya. 

"Hani, ayo bantu Ibu!" Dari arah dapus seorang wanita paruh baya memanggil. Tak ada balasan yg pasti. Ucapan itu pun kembali diulang beberapa kali sampai membuat sang paruh baya kesal dan melangkah mendekat. "HANI...!" Bentakan tepat di telinga menyentak pemilik mata berbinar, mengalihkan sejenak dari layar kaca. "Apa, Bu?" ujar santai tanpa dosa terucap. 

"Bantu Ibu di dapur," geram sang ibu. 

"Tunggu sebentar, Bu. Masih seru ini. Nanti kalau iklan atau filmnya selesai saja." Keegoisanlah yang menjawab. Kontan membuat amarah makin memuncak. Dan Klik. Satu langkah membuat layar kaca meredum meninggalkan tampilan gelap. 

"Sudah bantu Ibu! Nonton drama korea tiap hari sampai lupa waktu!" omel sang Ibu seraya berbalik kembali ke dapur. Sang anak hanya mampu mendesah kecewa menuruti perintah ibunya dengan keterpaksaan.



Semarang, 30052012

KEMUNING


Gadis berkulit gelap penyuka buku. Ia menatap dunia dari balik kaca mata beningnya. Sudah puluhan buku ia tuntas baca. Berdiam diri di dalam ruang dengan rak-rak berjajar penuh buku-buku tebal. Tak pernah bosan baginya berada di dalam ruang itu. Baginya buku adalah teman. 

Ya, Ning --panggilan untuk gadis itu-- memang tak punya teman. Mereka memandang Ning dg tatap tak suka, jijik dan aneh. Ning terlihat normal, badannya utuh tanpa cacat. Hanya kebiasaan ajaibnya yang dipandang tak wajar bagi sebagian orang. 

Ning berjalan dengan kepala tertunduk melewati orang-orang di sekitarnya. Ia suka berpendek kata dalam berucap. Bahkan hampir jarang mengucap kata. Berkumpul bersama teman pun hampir tak pernah. Dunianya ada dalam buku yg digelutinya. Ning, gadis kutu buku. Cercaan itu selalu ia dengar. Namun, Ning tak pernah terluka akan itu. Ning menganggapnya sebagai pujian. Toh, pada kenyataannya ia memang seorang kutu buku. Dan tak ada salahnya label kutu buku melekat di dirinya. 

Buku adalah jendela dunia, begitulah yg pernah ia dengar dari iklan di televisi. Dan karena buku jugalah yang membuat Ning selalu meraih prestasi gemilang di sekolah. Ning tetap bangga akan dirinya. 


30052012/Semarang

Selasa, 29 Mei 2012

DESIRE CLIMAX


Passionate Climax atau Desire Climax


ヨクジョウ クライマックス; 欲情(C)MAX; 欲情©MAX; 欲情CMAX; Deseo; Love Climax; Passionate Climax; Yokujou Climax; Yokujyou Climax
Drama, Mature, Romance, Shoujo
Ukyou Ayane
Completed
878th



Desire Climax Manga

 Summary:
Omori Mio is 17 years old. To help out her desperately poor family, she takes on a part-time job. Then, one night, a boy snatches a kiss from her and offers her money, saying, "I'll buy you." Who is the boy who stole Mio's first kiss...!? An extra of S.P.Y can be found inside.


Komik genre dewasa yang cukup mengejutkan. Tapi seru ceritanya... belum baca penuh sih, baru chapter 1. Ceritanya tentang seorang gadis bernama Mio Omori. Dia itu berasal dari keluarga miskin. Ayahnya sudah meninggal, cuma ada ibu yang sedang dirawat di rumah sakit.
Mio butuh banget uang, dia sampai rela kerja paruh waktu sambil sekolah. Suatu hari dia ketemu sama cowok yang tiba-tiba nyosor dan bilang mau ngebeli dia. Cowok itu pun berhasil ngambil first kiss Mio.... Wuaah...yang terjadi selanjutnya makin seru waktu Mio tahu ternyata cowok itu kenal sama keluarga Mio. Seru deh pokoknya. Gak nyesel baca nih komik ^^


Link: Download

Kepahitan Masa Lalu


Aku sudah melupakannya dan tak ingin mengingatnya. Tapi terkadang mereka masih saja menyebut kepahitan itu dengan tawa. Apa itu lucu? Ya, akhirnya aku hanya dapat menikmati kepahitan itu sebagai sebuah lelucon. Seperti cara mereka mengingatkanku akan hal itu.

Tak ada yang menyenangkan dari kepahitan. Torehan luka masa lalu yang masih berbekas. Bahkan aku sempat membenci pelakunya. Namun, tak ada gunanya kebencian itu terus kusimpan, hanya membuat lukaku semakin memborok dan berakhir busuk. Aku tak menginginkan itu. Tak ada gunanya menyimpan borok. Biarlah borok itu dia yang menyimpannya. Toh, karma itu masih ada. Aku yakin akan hal itu, dia menyakiti orang lain dan akhirnya dia juga akan mendapat balasan -- mendapat sakit yang sama atau bahkan lebih pedih dari sebelumnya. Pasti itu akan terjadi padanya. Aku yakin akan hal itu.

Lama kepahitan itu kusimpan, hingga kata ikhlas tertanam dalam sanubari. Tak ada salahnya mencoba ikhlas. Suatu ilmu yang terkadang masih sulit untuk ditanamkan pada manusia zaman kebobrokan seperti sekarang ini. Aku akan mencobanya, dan yakin pasti bisa. Yang pernah kudengar, memaafkan itu lebih baik dari pada meminta maaf. Rosulullah SAW saja mampu memaafkan orang-orang yang berbuat jahat pada beliau, mengama aku sebagai umatnya tak bisa melakukan itu? Aku pasti bisa.

Dan kini, setelah dua tahun berlalu begitu saja... kepahitan itu sirna. Yang aku ingat hanya pelajaran berharga akan hal itu. Pelajaran dan pengalaman yang menjadikan aku lebih dewasa dan mampu mengambil keputusan dengan baik, terlebih keputusan tentang hati. Tak mau salah berbuat lagi. Tak boleh terjurumus pada lubang yang sama.

Jalanku masih panjang membentang di depan sana. Aku tak akan menengok atau berbalik kebelakang. Semua itu sudah kulewati, jadi tak perlulah aku berbalik pada jalan kepahitan itu. Yang perlu kulakukan adalah memandang lurus ke depan jalanku selanjutnya. Harus lebih maju dan lebih baik dari sebelumnya. Percaya akan terbitnya cahaya yang lebih terang dari sebelumnya. Pasti akan ada cahaya yang lebih terang yang mampu menyinari jalanku dengan lebih baik lagi. Yakin dan tidak putus asa. Terus maju menggapai mimpi. Semangat!

Semarang/29052012

Senin, 28 Mei 2012

REMEMBER ME

Hinamoto Yuri berjalan tergesa, setengah berlari dengan napas yg menggebu. Ia sudah terlambat untuk mengikuti kelas pertamanya di hari Senin. Hiroshi-san, dosen Ekonominya akan memberikan tugas setumpuk jika ia sampai terlambat lagi.

Gadis berambut pendek yg dipotong tak rata itu tak melihat sekitarnya. Fokus utamanya hanya satu, kelas di ujung lorong yang sedang ditelusurinya saat ini.

Bruk. Tubuh Yuri terhempas ke belakang. Pantatnya mendarat cukup keras di lantai. Ia meringis menahan sakit. Seseorang tiba-tiba muncul dari balik pintu kelas yang ia lalui. Sebuah tangan terulur di depan Yuri. Namun, gadis itu lebih cepat bangun. "Gawat! Aku sudah terlalu terlambat." Yuri kembali berlari menuju kelasnya, mengacuhkan seorang pria yang sudah siap membuka mulut untuk meminta maaf.
*

Buk. Sebuah benda bulat bercorak segienam dengan warna hitam dan putih menggelinding mengenai kaki Yuri yang menggantung. Ia segera memungut benda bulat yang tiba-tiba mengalihkan perhatiannya dari buku tebal yang dipangkunya. Tangannya bergerak mengambil benda bulat itu. "Gomennasai." Sebuah suara memaksa Yuri mendongakkan kepala. Seorang pria bermata sipit. Rambut merah basah yg mirip warna daun mample itu terkibas oleh sentuhan tangan kanan pria itu. Mempesona. Apa aku baru saja melihat malaikat? batin Yuri. Ia terpaku menatap lekuk wajah makhluk di depannya. "Gomen, bisa berikan bola itu padaku." Sekali lagi pria itu bersuara. Yuri tersadar kikuk.

"Oh, ini." Yuri mengulurkan bola dalam genggamannya. Sebuah senyuman menyambutnya hangat.

"Arigato, Yuri-chan," balas pria itu. Sekali lagi Yuri tercekat. Keningnya berkerut heran.

"Kau mengenalku?" tanyanya pada si pria. Pria berwajah tampan itu mengangguk.

"Ya, kita sering bertemu di lorong...melalui pertemuan yg mengesankan tentunya," jelas pria itu.

"Benarkah?Tapi aku tak mengenalmu," ujar Yuri masih penasaran.

"Kau tak mengingatku?" Alis hitam pria itu bertaut. "Ah, pasti kau tak mengingatku, kau tak pernah memandangku." Tangannya pun terulur. "Ishida Kazuya, pria yg selalu kau tabrak di lorong.Ingat?"
*

Kazuya memandang gadis di depannya dengan mata berbinar. Dia tak pernah mengingatku. Senyumnya kembali tersungging ketika mengingat kejadian demi kejadian pertemuannya dengan gadis bermata hitam pekat di hadapannya. 

"Apa ada yang lucu? Kenapa kau tersenyum terus?" Kening gadis itu berkerut heran. Merasa aneh dengan senyum Kazuya.

Melihat ekspresi gadis itu, Kazuya menahan senyumnya. "Ah, tidak. Hanya saja aku merasa lucu Yuri-chan tidak mengingatku," jelasnya. Kazuya berkata jujur.

"Aku memang tak mengingatmu, tapi aku merasa pernah melihatmu. Itu saja," balas Yuri. Ia meletakkan buku besar yang sejak tadi dibacanya ke samping, ke atas bangku yang didudukinya.

"Baiklah, Yuri-chan. Kita sudah berkenalan... dan aku harap setelah ini kau mengingatku. Ingat aku baik-baik." Kazuya membelai sekilas rambut hitam Yuri. Tesenyum manis dan berbalik meninggalkan Yuri dengan ketercengangannya. Bahkan kau akan mengingatku selalu. Mengingatku dengan sangat baik.

14052012/Semarang/Spring